Google Tutup, Baidu Merajalela

Baidu, raksasa mesin pencari di China, meraih keuntungan finansial signifikan di kuartal pertama sepeninggalan Google. Baidu, yang terus mengalami pertumbuhan dari sisi pendapatan, mendapai bahwa angka raihan mereka sangat bagus.

Pendapatan bersih berlipat ganda di kuartal pertama 2010, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Demikian pula keuntungan yang mendapatkan lonjakan yang signifikan.

“Kami berhasil memecahkan rekor pendapatan per kuartal serta keuntungan yang tinggi meskipun ada masa-masa sulit terkait musim liburan tahun baru China,” kata Robin Li, Chairman and Chief Executive Officer Baidu, seperti VIVAnews kutip dari Softpedia, 30 April 2010.

Robin menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan inovasi dan edukasi kepada perusahaan-perusahaan China seputar keuntungan marketing lewat mesin pencari Baidu.

Menurut laporan terakhir, di Q1, pendapatan naik 59,6 persen mencapai 189,6 juta dolar. Pendapatan bersih malah melonjak 165,3 persen menjadi 70,4 juta dolar AS.

Peningkatan pendapatan tersebut datang dari iklan, yakni sebesar 189,5 juta dolar. Dan peningkatan pesat tersebut mengindikasikan bahwa pasar China saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang pesat.

Yang menarik, Baidu menyebutkan bahwa per kuartal pertama 2010, mereka memiliki 221 ribu pelanggan iklan. Angka ini meningkat hampir 20 persen dibanding tahun lalu. Diperkirakan angka ini akan terus bertambah karena Google sudah tidak ada lagi di sana.

Google sendiri bulan lalu sudah mencabut sensor mereka atas pencarian yang dilakukan di China. Akibatnya mereka harus menyingkir dari pasar tersebut dan pengguna yang mengakses Google.cn akan diarahkan ke portal Google di Hong Kong.vivanews

 
Informasi-Informasi Saja Copyright © 2009 - 2013, Designed by Bie Themes