TRANSFORMERS 3 "THE DARK MOON"

Sesuai perkiraan, Paramount Pictures merilis trailer film terbarunya berjudul Transformers 3 Dark of the Moon pada bulan Februari ini. Beberapa aktor yang sempat tampil di Transformer 2 tidak akan tampil di film ini, terutama Megan Fox yang dinilai sangat buruk aktingnya. Bisa dibilang ini adalah film terakhir dari serangkaian kisah Autobots vs Decepticon yang paling di tunggu-tunggu orang seluruh dunia.

Cek Video Teaser Trailernya :


Pada tanggal 20 Juli 1969 NASA meluncurkan Apollo 11 yang diawaki 2 orang astronot untuk melakukan penelitian di bulan. Tapi sesampainya disana, mereka malah menemukan sebuah rahasia besar yang telah terkubur selama 40 tahun. Sebuah bangkai kapal luar angkasa dari galaksi lain tergeletak disana yang berisikan robot besar berkumis. Yang jadi pertanyaan, apakah robot itu Autobots atau Decepticon?

Film Porno 3D SEX AND ZEN Memecahkan Rekor Box Office Di Hongkong

Film 3D Porno pertama di dunia yang tayang di bioskop Hongkong yaitu SEX AND ZEN 3D memang bisa disebut sebagai film yang fenomenal. Sebelum dirilis Produser film ini memang sudah memprediksi filmnya akan meraih kesuksesan luar biasa. Ternyata prediksi tersebut tidak meleset sama sekali. Baru sekitar seminggu lalu dirilis, film ini sudah memecahkan rekor Box Office tertinggi di negara asalnya yakni Hongkong!

SEX AND ZEN 3D sampai saat ini telah mengumpulkan total HK$ 17 Juta ($2.2 Juta). Di hari pertama perilisannya film ini langsung berhasil meraih pendapatan HK $ 2.78 Juta, dan memecahkan rekor sebagai film yang memperoleh pendapatan hari pertama terbesar, mengalahkan rekor sebelumnya yang diperoleh oleh film terlaris sepanjang masa AVATAR yang hanya memperoleh HK$ 2.63 Juta.

Film ini merupakan remake dari salah satu film porno paling terkenal di Hongkong berjudul SEX AND ZEN yang dirilis tahun 1991. Film ini bersetting di zaman Dinasti Ming dan menceritakan tentang seorang pria bernama Wei Yangsheng yang percaya bahwa hidup ini begitu singkat, oleh karena itu ia memanfaatkannya untuk berpetualang dalam 'dunia erotisme' dan mewujudkan fantasi-fantasi seksualnya. Petualangan seksualnya terhenti saat Ia kemudian bertemu dengan putri dari seorang taoist bernama Tie Fei dan mereka kemudian jatuh cinta dan menikah. Rupanya Tie tidak mampu memuaskan hasrat seksual sang suami. Tapi rupanya cinta mengalahkan segalanya.


sumber :
http://www.news.com.au/technology/d-sex-and-zen-extreme-ecstasy-beats-opening-day-record-set-by-avatar/story-e6frfro0-1226042692522

http://www.filmoo.com/news/2011/04/21/film-porno-3d-sex-and-zen-memecahkan-rekor-box-office-di-hongkong

'The Social Network' Film Drama Terbaik Golden Globe 2011

Melengkapi daftar panjang penghargaan yang telah berhasil diraihnya, 'The Social Network', Minggu (16/1/2011) waktu Beverly Hilton Hotel, Amerika Serikat diumumkan sebagai Film Terbaik kategori Drama pada Golden Globe Awards 2011.

Karya sutradara David Fincher tentang pendiri situs jejaring sosial Facebook Mark Zuckerberg itu mengalahkan 'Black Swan' (Darren Aronofsky), 'The Fighter' (David O Russell), 'Inception' (Christopher Nolan), dan 'The King’s Speech' (Tom Hooper). David Fincher sendiri juga meraih penghargaan sebagai sutradara terbaik.

Sebelumnya, dari film yang sama, Trent Reznor dan Atticus Ross telah membawa pulang piala Best Original Score, dan Aaron Sorkin dinobatkan sebagai penulis skenario terbaik.

Sementara, pada kategori film musikal/komedi, piala film terbaik diraih oleh 'The Kid Are All Right' karya sutradara Lisa Cholodenko. Dari film yang sama, Annette Bening meraih penghargaan sebagai aktris terbaik. Kategori yang sama untuk film drama dimenangkan oleh Natalie Portman lewat penampilannya dalam film 'Black Swan'.

Aktor Colin Firth membawa pulang piala aktor terbaik untuk film drama lewat perannya dalam 'The King's Speech'. Ia mengalahkan Jesse Eisenberg ('The Social Network'), James Franco ('127 Hours'), Ryan Gosling ('Blue Valentine') dan Mark Wahlberg ('The Fighter').detik

Film Tentang Facebook Menuai Pujian

Menjelang debutnya di bioskop-bioskop Amerika Serikat pada 1 Oktober mendatang, The Social Network, film tentang awal pembuatan jejaring sosial Facebook, semakin hangat dibicarakan.

Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg boleh saja menjuluki film yang didasari buku "Accidental Billionaires:The Founding of Facebook, A Tale of Sex, Money, Genius, and Betrayal", karangan Ben Mezrich, itu sebagai film fiksi. Tapi, ternyata berbagai ulasan awal justru memuji film itu.

Peter Travers dari RollingStone memuji sentuhan sutradara David Fincher, naskah besutan Aaron Sorkin (West Wing), serta permainan Jesse Eisenberg (memerankan Zuckerberg), Andrew Garfield (Eduardo Saverin), dan Justin Timberlake (Sean Parker).

"Ini adalah film pertama di tahun 2010 yang layak mendapatkan empat bintang. Bahkan lebih baik daripada skor yang saya berikan pada Movie of The Year," kata Travers.

Drew McWeeny dari Hitfix juga mengatakan bahwa The Social Network menyajikan kombinasi terbaik antara kekuatan naskah Aaron Sorkin dan penyutradaraan David Fincher.

Sementara Erik Davis dari blog film Moviefone mengatakan bahwa David Fincher dan Aaron Sorkin berhasil mengemas konten cerita maupun karakter yang sangat 'kering' dan 'nerd', menjadi sebuah film yang musti ditonton tahun ini.

"Mereka (Fincher dan Sorkin) sama sekali tak membuang waktu untuk membuat film layak ditonton. Film ini bergerak cepat seperti seorang peselancar internet yang gila, dan film ini tak akan membiarkan Anda untuk bisa bernafas," kata Davis.

Film ini sendiri memotret kehidupan pribadi Zuckerberg yang memiliki masalah komunikasi dengan wanita dan mengalami kegagalan dalam hubungannya dengan seorang wanita.

Setelah dicampakkan oleh Erica (diperankan Rooney Mara), Zuckerberg membuat situs Facemash, sebuah situs yang menampilkan profil mahasiswi dan menyediakan mekanisme voting apakah mahasiswi itu 'hot' atau tidak. Situs ini meledak di beberapa kampus, dan bahkan sempat membuat server di Universitas Harvard (kampus Zuckerberg) crash.

Pada 2004, rekan sekampus Zuckerberg, kembar Cameron dan Tyler Winklevoss (diperankan Armie Hammer dan Josh Prince) memiliki ide situs jejaring sosial kampus dan menyewa Zuckerberg untuk mengerjakan pemrograman situs ini.

Namun, Zuckerberg tak menuntaskan tugas yang diberikan padanya, justru menjalankan rencana pribadinya. Bersama kawannya Eduardo Saverin, ia malah mendirikan jejaring sosial bernama TheFacebook.





Belakangan mereka berjumpa dengan pendiri Napster, Sean Parker, dan kemudian TheFacebook berganti nama menjadi Facebook. Situs inilah yang kemudian menjadi jejaring sosial terbesar di dunia yang kini memiliki lebih dari 500 juta pengguna.

Jejaring sosial itu, kini telah memiliki populasi 'penduduk 'terbesar ketiga setelah negara China dan India. Menurut film ini, rata-rata pengguna Facebook kehilangan 23,333 jam dalam seminggu karena 'bermain' Facebook.

Di AS, sepertiga wanita berusia 18-34 tahun selalu mengecek Facebooknya ketika bangun tidur. 21 persen di antaranya mengeceknya pada malam hari, dan Setengahnya mengaku tak masalah untuk berteman dengan orang yang benar-benar asing di Facebook.

Lebih dari semiliar foto dunggah ke Facebook tiap minggu dan lebih dari 25 miliar potongan informasi di-share ke Facebook setiap bulan. Facebook memang benar-benar telah mengubah cara hidup orang banyak. Semua itu dimulai dari kamar asrama Zuckerberg di Harvard.

Tak sia-sia memang semua upaya Zuckerberg untuk meraih pencapaian itu. Mengingat 97 persen mahasiswa Harvard lulus, dan Zuckerberg bukan termasuk salah satu di antara mereka.

Film Anak Negeri Akan Tayang di PBB

Video pemenang kompetisi "Democracy Video Challenge" yang berjudul "Democracy is Yet to Learn" karya sutradara muda Indonesia Adhyatmika akan ditayangkan di PBB pada September, kata Arend C.Zwartjes, Atase Kebudayaan dari Kedutaan besar AS untuk Indonesia pada Jumat.

Video yang berdurasi sekitar 2 menit tersebut merupakan film pendek yang menjadi salah satu pemenang Kompetisi Democracy Video Challange (DVC) yang diadakan oleh Kedubes AS.

Adhyatmika beserta kelima pemenang lainnya yang berasal dari Iran, Spanyol, Kolombia, Nepal dan Ethiopia memperoleh biaya perjalanan penuh ke Washington D.C., Hollywood, dan New York City pada September.

Para pemenang kompetisi itu akan mengunjungi lokasi pembuatan film/TV, dan akan bertemu dengan sutradara, teknisi film, agen pencari bakat profesional, dan ahli media baru dalam kunjungannya di New York dan Hollywood.

Video para pemenang juga berkesempatan untuk ditayangkan di Motion Picture Association of America (MPAA), Assosiasi Amerika yang bertujuan untuk memajukan kepentingan sturdio film dan juga menetapan sistem penilaian film, kata Zwartjes.

Mereka juga berkesempatan untuk mengunjungi Discovery Channel, New York University dan tampil pada The Today Show di NBC serta bertemu Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, kata dia.

Adhyatmika pada konferensi pers di Kedubes AS pada Jumat mengatakan dia terinspirasi untuk membuat film tersebut karena demokrasi bukanlah objek, namun suatu proses dan proses itu baru dirasakan beberapa tahun

belakangan ini walaupun usia negara kita sudah lebih dari setengah abad.

Menurut dia, demokrasi di Indonesia belumlah sempurna dan masih perlu banyak belajar.

"Saya ingin menunjukkan citra positif Indonesia disamping stigma negatif dari dunia barat tentang negara kita. Saya Ingin menunjukkan kalau Indonesia juga mempunyai karya seni yang diakui di dunia internasional," kata dia.

Tujuan dari kompetisi DVC ini adalah bukan untuk memberitahu orang apa arti demokrasi itu, tetapi untuk menanyakan kepada mereka apa arti demokrasi itu, kata Zwartjes.

Kompetisi ini akan diadakan lagi tahun depan dengan mengambil tema yang sama yaitu `Democracy is...".

Namun para peserta dapat mengikuti kompetisi ini tahun depan dengan mengirimkan video pendek, foto, atau pendapat lewat jejaring sosial Twitter tentang apa arti demokrasi itu.

Adhyatmika pada keterangannya ingin menunjukkan dan mendorong generasi muda Indonesia untuk menunjukkan bakatnya dengan menghasilkan karya-karya yang hebat di Indonesia dan di dunia Internasional.kompas

Film 'Robin Hood' Ala Gladiator

Pada akhir abad ke-12 Inggris dan Sir Robin Longstide, Earl of Huntington (Russell Crowe) kembali ke desanya di utara Inggris setelah pertempuran dalam Perang Salib Ketiga.

Namun Betapa kecewanya Sir Robin Longstride saat mendapati tanah kelahirannya berada dalam kekuasaan semena-mena Sheriff of Nottingham.

Tak terima dengan perlakuan itu, sebagai mantan sedadu yang bertempur Perang Salib, Robin pun memutuskan untuk melawan.

Namun, tanpa sejata dan tentara, dia tak mungkin menghadapi sang Sheriff tanpa persiapan matang.

Untungnya Robin kemudian bertemu beberapa orang ‘unik’ yang nantinya menjadi cikal-bakal tentara Robin.

Bermarkas di tengah hutan Sherwood, Robin dan pasukannya pun mulai melancarkan aksi mereka. Mereka merampok semua kereta pengangkut upeti buat sang Sheriff yang lewat di hutan Sherwood dan membagikan hasil rampokan ini pada rakyat jelata yang dipaksa membayar pajak dalam jumlah yang sangat besar.

Dalam waktu singkat nama Robin Hood pun terdengar sampai ke pelosok negeri. Rakyat mengelu-elukan bak pahlawan pembela kebenaran.

Sementara Sheriff dan antek-anteknya jelas merasa dirugikan karena harta yang seharusnya jadi milik mereka dirampas dan dibagikan pada rakyat.

Kisah Robin Hood memang bukan kisah baru namun setiap kali dituturkan ulang, masih saja kisah klasik ini punya daya tarik. Kali ini sutradara Ridley Scott mencoba menggambarkan Robin Hood dari sisi pandangnya.

Russell Crowe yang bermain apik dalam 'Gladiator' -- yang juga disutradarai Scott -- dipilih untuk memerankan sang pencuri baik hati itu.

Tak tanggung-tanggung, Imagine Entertainment, Relativity Media, dan Scott Free Productions mengucurkan dana tak kurang dari US$130 juta untuk membiayai yang berdurai 148 menit itu.

Penasaran ingin beromatisme dengan aksi Robin Hood membegal demi rakyat?

Tak ada salah untuk menonton Film ini yang akan diputar serentak di seluruh Bioskop Indonesia, Rabu 12 Mei 2010.vivanews

Miyabi Nan Menggoda

detikhot sempat melakoni sesi pemotretan bareng Maria Ozawa atau Miyabi di Garden Palace, Tokyo, Jepang. Miyabi pun terlihat seksi dengan dress bermotif bunga.








Maria Ozawa di 'Menculik Miyabi'

Maria Ozawa menyapa para penggemarnya di Indonesia lewat film 'Menculik Miyabi'. Ini dia aksi perempuan yang kini berusia 24 tahun itu di film garapan Findo Purwono itu.








Film Menculik Miyabi sudah selesai syuting dan akan segera dirilis.

Film yang sempat menjadi kontroversial karena dibintangi bintang porno asal Jepang, Menculik Miyabi sudah selesai syuting dan akan segera dirilis. Rencananya, film ini akan segera dirilis tanggal 6 Mei mendatang.

“Iya, jadi dong. Abis duit sudah keluar gede masa tidak jadi,” kata Produser Maxima Production, Ody Mulya Hidayat saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Selasa (3/5/2010).

Dia mengaku, pernah mengatakan kepada LSF bahwa film Indonesia saat ini sedang jatuh, karenanya dia mengatakan ingin membuat film heboh dengan bintang film Maria Ozawa atau Miyabi.

“Bintang filmnya Miyabi, tapi untuk remaja. Gak ada apa-apanya,” jelasnya.

Selain Miyabi, film tersebut juga akan dibintangi Nicky Tirta, Herfiza Novianty,. Kevin Julio, dan Rizky Mocil. Sebelumnya naskah film ini dibuat oleh Raditya Dika, kini naskah film tersebut ditulis oleh Marqee.

Alur cerita sama dengan rencana film sebelumnya, Miyabi berperan sebagai perempuan yang bertugas menjemput pemenang kuis di Indonesia, namun dia malah diculik oleh tiga remaja culun.okezone

Miyabi Akan 'Hadir' di Jakarta Saat Rilis Film

Film yang sebelumnya sempat kontroversial, Menculik Miyabi rencananya akan dirilis Kamis 6 Mei mendatang. Rencananya bintang porno asal Jepang tersebut akan hadir di Jakarta.

Namun, kehadiran Maria Ozawa di Jakarta tersebut tidak secara fisik melainkan secara teleconference. “Oh dia nanti, kita teleconference dari Jepang,” kata Produser Maxima Pictures, Ody Mulya Hidayat, Selasa (4/5/2010).

Menurut Ody, bintang porno yang relatif masih muda tersebut tidak bisa datang langsung ke Indonesia, karena kesibukannya. “Gak bisa ke Indonesia. Banyak syuting di luar (negeri),” jelasnya.

Dalam pembuatan film, syuting pun dilakukan di Jepang dan bukan di Jakarta. Ody beralasan, syuting di Jepang dilakukan karena dia bosan mengambil gambar pemandangan di Indonesia.

“Karena (syuting) di Indonesia sendiri bosan. Untuk tampilan wahana film kita juga. Di sana bagus panoramanya dan kita menjual pemandangan di sana juga,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Film Menculik Miyabi sempat didemo ormas Islam seperti Front Pembela Islam (FPI). Kemudian, Menteri Komunikasi dan Informasi Ad Interim saat itu M Nuh memanggil Maxima Production dan meminta agar rencana tersebut dihentikan.

Lama tak terdengar kabar, tiba-tiba Maxima merilis sudah membuat film Menculik Miyabi dan akan dirilis dua hari ke depan.okezone

'Bangkok Traffic (Love) Story': Kisah Cinta yang Dewasa

Bila ini kisah cinta mestinya aku berhasil mengejar pesawatnya, keluh Li dengan sedih. Kisah cinta yang baik memang selalu berakhir di bandara, ketika sang dambaan membatalkan keberangkatannya pada detik-detik terakhir. Tapi, itu tidak terjadi pada Li.

Ini memang kisah cinta yang berbeda. Saya menyebutnya sebagai kisah cinta yang dewasa, di mana kencan-kencan tidak harus berakhir di ranjang dan acara nonton film bisa diganti dengan melihat bintang di planetarium sambil berdiskusi tentang komet yang melintasi bumi 75 tahun sekali.

Li (Sirin Horwang) adalah perempuan kota tengah berada di puncak kegelisahannya karena masih lajang pada usianya yang sudah mencapai 30 tahun. Film ini dibuka dengan adegan-adegan awal yang tidak meyakinkan bahwa alur akan berkembang menjadi sedemikian kuat, intens dan menarik. Usai menghadiri pernikahan temannya, Li mabuk dan ikut menginap di hotel tempat mempelai melewatkan malam pertama. Saya sempat merasa, ini kok kayak bokep Thailand yang pernah saya beli di Glodok. Pulangnya dini hari, mobil yang dikemudikan Li mengalami kecelakaan. Peristiwa itu menjadi jalan pertemuan bagi Li dengan cowok ganteng yang punya nama unik, Paman (Theeradej Wongpuapan), seorang teknisi di perusahaan kereta api listrik BTS.

Li yang tak pernah pacaran kesulitan mencari cara untuk menindaklanjuti pertemuan itu agar bisa mengenal Paman lebih dekat. Belakangan, dia belajar dari abege cantik tetangganya, Plerd, bahwa memberikan nomer telepon merupakan cara yang mudah dan efektif untuk mengawali sebuah hubungan. Perilaku konyol dan norak Li sebagai cewek kolot yang kurang pengalaman untuk urusan cowok menjadi bahan eksplorasi untuk memberikan bumbu humor yang menggelitik bagi film ini. Begitulah, dengan perkembangan alur yang pelan dan agak datar, film ini dengan sabar mencuri dan melibatkan emosi penonton untuk masuk ke dalam cerita.

Sutradara Adisorn Tresirikasem merekam kehidupan sehari-hari Bangkok, dengan segala kemacetannya yang mirip Jakarta, dan kehidupan masyarakat urbannya, berikut sosiologi keluarga-keluarga kelas menengah yang disibukkan dengan menonton sinetron dan acara gosip di televisi. Sederhana, dekat, real dan natural.

Dengan durasi dua jam lebih 6 menit), film ini mengingatkan kita pada film-film 'komedi-romantis' Prancis yang panjang, tabah dan detil dalam menyelami psikologi tokoh-tokohnya. Paman adalah karakterisasi yang menarik; insinyur teknik yang pernah berpacaran dengan artis terkenal, lalu menjalani kehidupan seorang diri, bekerja pada malam hari dan tinggal di sebuah rumah unik di tepi kanal dengan pemandangan siluet gedung-gedung tinggi dan perahu-motor yang melintas.

Sedangkan Li berasal dari keluarga urban Cina yang pulang-pergi kerja harus berganti 4-5 kali angkutan umum, dan di rumah harus menghadapi ayah-ibunya yanhg galak ditambah neneknya yang kadang cerewet. Kisah cinta Li dan Paman menjadi tidak mudah karena dua-duanya sudah sama-sama bukan remaja lagi, tidak mengge-nggebu dan sama sekali tidak ada yang agresif.

Bahkan, Paman yang ternyata akan dikirim studi ke Jerman pun, sampai hari menjelang keberangkatan tidak memberi tahu Li, dan hal itu membuat cewek itu marah, sedih dan putus asa. Sampai di sini, film ini mestinya tertebak, dan kita pun menggumam, "klise!" sambil membanting punggung ke sandaran kursi. Tapi, ketika Li ternyata tak berhasil mengejar pesawat Paman, kita pun sama putus asanya dengan Li, dan ikut menangis bersamanya.

Dan kehidupan Li berlanjut setelah kepergian Paman, dan kita tanpa rasa bosan sedikit pun menunggu sambil menebak-nebak bagaimana akhir dari ini semua. Seperti menunggu komet yang hanya melintasi bumi 75 tahun sekali, bahkan ada yang lebih lama lagi. Paman adalah komet yang melintasi di kehidupan Li dan begitu pun sebaliknya, Li bagi Paman. Bagi komet, berapa juta tahun pun waktu yang diperlukan untuk melintas, tidaklah menjadi masalah.

Satu hal yang membuat kita iri pada film ini adalah kejeliannya untuk mengangkat sesuatu yang sederhana dan dekat dalam kehidupan urban yang kita jalani sehari-hari, yakni sistem transportasi kota. Sutradara Thailand bisa melakukannya karena memang ada BTS yang bisa dibanggakan. Di sini, ada KRL dan busway yang semakin hari makin membuat kita sedih....detik

'Sang Pemimpi' Raih Penghargaan di Italia

Setelah berhasil mendapat penghargaan di Singapore International Film Festival, 'Sang Pemimpi' kembali menunjukan prestasinya. Kini, Sekuel 'Laskar Pelangi' itu menjadi yang terfavorit di Udine Far East International Film Festival di Italia.

Pada 1 Mei kemarin, film yang disutradarai Riri Riza itu meraih penghargaan Audience Awards di festival tersebut. Ketika diputar di Teatre Nuovo Udine, 'Sang Pemimpi' pun mendapat sambutan yang cukup meriah dari para penonton.

"Filmnya mendapat tepukan panjang sekali," tulis sang produser Mira Lesmana kepada detikhot lewat pesan elektronik, Minggu (2/5/2010).

Udine Far East International Film Festival ke-12 yang digelar sejak 23 April lalu itu diikuti oleh beberapa negara di Asia. Di antaranya, Cina, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan.

Sementara, 'Sang Pemimpi' bukan satu-satunya wakil dari Indonesia. Film garapan Aria Kusumadewa, 'Identitas' dan 'Serigala Terakhir' juga ikut ambil bagian di festival tersebut.detik

Layanannya Singkat, Praktis, dan Dijamin Puaaas

Film Cowboys in Paradise menguak tabir layanan spesial seksual bagi wisatawan di Bali. Di Jakarta, layanan spesial juga banyak. Salah satunya, layanan spesial cewek-cewek yang suka nongkrong di Jalan Mahakam, Blok M. Praktis. Singkat. Padat.

Jika di Bali, yang memberi layanan adalah gigolo. Mereka laki-laki. Di Jakarta, pelayanan spesial diberikan oleh cewek-cewek. Susah-susah gampang menemukan para cewek itu. Meski, Jalan Mahakam pada malam hari tak pernah sepi.

Para cewek itu rata-rata berusia muda: ABG. Pakaian, tergolong mencolok. Kaus ketat, rok ekstra-mini dan make up mencolok. Bedanya, mereka tidak berjajar di pinggir jalan. Tapi, biasanya berada di sekitar kios-kios rokok atau penjual voucher.

Mayang, sebut saja begitu—seorang perempuan yang biasa menjual layanan spesial di tempat itu, terlihat santai saat diajak wawancara. Malam itu, dia bersama pria berpenampilan gay, berambut pirang. Si cowok itu terlihat aktif mempromosikan Mayang sebagai teman yang sabar dan bukan cewek sembarangan yang menjaja diri sebagai profesi harian. "Kalau dia ke sini cuma iseng saja, Mas. Sehari-hari kerjaannya jelas di pertokoan X, menjaga sebuah toko," katanya.

Yang ngetop dari jasa layanan seksual di Mahakam, di situ tidak seperti praktik prostitusi umumnya. Di situ ada layanan spesial. Namanya, layanan oral. Praktis, cepat dan padat. Sebab, bisa dilakukan sambil mobil tetap dijalankan.

Nah, untuk layanan ini, harga dipatok Rp 200.000. Sebagian besar yang ingin menggunakan jasa oral menggunakan mobil jenis Kijang. "Pokoknya dijamin bersih," jelas Mayang tertawa kecil. Kalaupun tidak jadi booking, tak masalah. Segeralah berlalu dan mengitari kawasan itu. Mayang pun maklum, toh masih banyak pemuda iseng yang lalu-lalang di seputar Jl Mahakam.

Tak jauh dari sana terdapat segerombolan pemuda di atas sepeda motor dengan penampilan pembalap jalanan. Mereka menemani sejumlah perempuan yang berkelompok berdiri di tepi jalan, menjaja cinta dan menanti pria iseng mendekat. "Susah Bang, kalau hari biasa sepi. Bisa dapat satu atau dua tamu sudah bagus," kata seseorang yang menemani seorang perempuan berdiri di ujung Jalan Mahakam, dekat Gelanggang Remaja Bulungan.

Dia mengaku saat menjelang malam Sabtu hingga akhir pekan, barulah mereka panen. Para perempuan itu bisa mendapat 3-5 tamu dalam satu malam. [bj]

'Ghost Rider 2' Terancam Tanpa Nicolas Cage

Aktor Nicolas Cage telah sukses melambungkan film 'Ghost Rider.' Kini saat sekuel film tersebut akan dirilis, Nicolas terancam tidak ikut. Kabarnya ia memilih layar lebar lain yang membayarnya lebih besar.

Pihak Columbia Pictures, rumah produksi yang membuat Ghost Rider 2, sudah tak sabar memproduksi film tersebut. Mereka ingin sekuel Ghost Rider yang kemungkinan akan diberi judul 'Ghost Rider: Spirit of Vengeance' itu dibuat pada 2010 ini.

Sebelumnya Nicolas sudah menyatakan keinginannya untuk ikut main dalam film tersebut. Namun kini kendala datang.

Dilansir Aceshowbiz, Minggu (25/4/2010), Columbia, ingin membuat 'Ghost Rider 2' sebelum 14 November 2010. Jika tanggal tersebut lewat, hak cipta layar lebar yang juga dibintangi Eva Mendes itu akan jatuh ke tangan Marvel dan Disney.

Isu yang kini beredar, Nicolas juga tengah diharapkan main dalam film Disney lainnya, 'National Treasure 3.' Film tersebut syutingnya akan dimulai tidak lama lagi. Kabarnya untuk main dalam sekuel National Treasure itu, aktor gaek tersebut dibayar lebih mahal.

Nicolas disebut-sebut lebih memilih 'National Treasure 3' karena kini ia tengah memiliki kesulitan keuangan. Kalau memang itu yang terjadi, Columbia sudah ancang-ancang tetap syuting tanpa kehadiran sang aktor utama.detik

David Beckham Dilirik 'Escape To Victory'

Pesepakbola David Beckham sempat memerankan dirinya sendiri di tiga film 'Goal'. Kini, suami Victoria Adams itu pun dilirik untuk ikut berakting di film remake 'Escape To Victory'.

Seperti dilansir Contact Music, Senin (22/3/2010), 'Escape to Victory' merupakan film garapan John Huston yang rilis pada 1981 lalu. Film tersebut dibintangi Sylvester Stallone, Sir Michael Caine dan beberapa pesepakbola terkenal. Di antaranya, Pele, Bobby Moore dan Osvaldo Ardiles.

Versi baru 'Escape to Victory' akan digarap oleh Vinnie Jones, pesepakbola yang kini berprofesi sebagai aktor. Sama seperti film sebelumnya, film itu akan menampilkan kisah sekelompok tawanan perang yang sepakat untuk bertanding sepak bola melawan tentara Nazi. Namun, mereka menggunakan kesempatan itu untuk kabur dari kamp.

David Beckham menjadi pilihan utama karena Vinnie menganggapnya memiliki kemampuan akting yang cukup lumayan. Jika David sepakat, maka ia akan memerankan Kapten John Colby. Karakter itu sebelumnya dimainkan oleh Michael Caine.

Selain David Beckham, Vinnie akan melibatkan pesepakbola lainnya. Bahkan, kabarnya Michael Caine dan Sylvester Stallone juga bakal ikut tampil di film tersebut.detik

'Pintu Terlarang' Kian Mendunia

Berbagai apreasi mengalir untuk film 'Pintu Terlarang'. Setelah masuk dalam daftar 100 film terbaik di dunia pada 2009, film arahan Joko Anwar itu diputar di San Francisco International Asian American Film Festival (SFIAAFF).

Seperti dikutip dari situs resmi SFIAAFF, film bergenre thriller-psikologis ini mendapat jatah tiga kali penayangan yaitu 12, 13, dan 21 Maret 2010.

SFIAAFF merupakan festival yang cukup penting bagi insan perfilman di Asia dan Amerika. Festival yang digelar setiap bulan Maret dengan melibatkan sekitar 120 film itu menjadi barometer karya-karya independen paling berkualitas.

Kesempatan ini semakin membuktikan kualitas 'Pintu Terlarang', yang meraih penghargaan di berbagai festival internasional. Film hasil adaptasi novel karya Sekar Ayu Asmara ini memang rajin ikut festival. Lebih 24 festival film bergengsi pernah disambangi seperti, Film Festival Rotterdam, Udine Far East Film Festival, New York Asian Film Festival, dan Neuchatel Fantastic Film Festival di Swiss.

Petualangan dari fetival ke festival itu membuahkan sejumlah penghargaan. Salah satunya, penghargaan dalam ajang bergengsi Puchon International Fantastic Film Festival (PIFAN) di Korea Selatan pada pertengahan tahun lalu.

Akhir tahun lalu, film itu juga meraih penghargaan bergengsi dari majalah film terkemuka di Inggris 'Sight & Sound' sebagai salah satu film terbaik di dunia. Film itu bersanding dengan A Prophet, The Hurt Locker, Public Enemies, District 9, dan Duplicity.

'Pintu Terlarang' begitu cemerlang di level internasinal. Sementara di dalam negeri, film itu redup. "Ternyata, lebih susah ya dapat penghargaan di dalam negeri," kata sang produser, Sheila Timothy, kepada VIVAnews, beberapa waktu lalu.• VIVAnews

The Collector: Penuh Luapan Darah

Tiba-tiba muncul kotak misterius di dalam kamar dan suara ketukan membuat rasa penasaran sepasang suami isteri yang sudah tua renta ingin membukanya. Sang istri berfirasat buruk mengimbau suaminya tidak membuka kotak itu, namun sayang imbauan itu tak digubrisnya.

Apa yang terjadi? Dari belakang sebuah tangan jahat langsung menikam. Ternyata kotak itu hanyalah sebuah umpan!

Film horror slasher The Collector ditulis oleh Patrick Melton and Marcus Dunstan yang juga penulis film horror yang banyak ditonton orang yakni SAW IV, SAW V, dan SAW VI. Film The Collector punya ciri khas seperti film horror pada umumnya selalu membuat adegan yang mencekam dan menyuguhkan efek kejut yang tak pernah diduga oleh penonton.

Seorang teknisi juga mantan narapidana Arkin (Josh Stewart) punya hubungan tidak harmonis dengan sang isteri karena memiliki beban hutang pada lintah darat, tak sedikit hutang yang harus dibayar mereka. Arkin memilih langkah pendek yakni mencuri sebuah permata sangat berharga di rumah milik keluarga Michael (Michael Reilly Burke).

Satu langkah berhasil mengambil batu itu dari lemari baja bersandi yang berada di balik cermin, namun tampaknya Arkin tidak sendiri, pria bertopeng sudah lebih dulu berada di dalam rumah, untuk mencuri batu berharga juga? Bukan! Lalu apa yang diinginkannya?

Tak diduga oleh Arkin sebelumnya, ini seperti menyerahkan nyawanya di tempat dan waktu yang salah. Arkin langsung mencari jalan keluar dari rumah putih yang cukup besar itu agar terbebas dari pria maut bertopeng.

Wow, dimana-mana sudah tersebar ranjau, dilantai, jendela, ditangga, bahkan dipintu masuk. Jika salah langkah pisau akan melayang menebas atau menancap di tubuh.

Pemilik rumah, Michael dan isterinya Victoria (Andrea Roth) ternyata sudah jadi korban pria misterius ini. Mereka berdua sudah disekap di gudang bawah tanah dengan kondisi yang mengerikan, kadang menjerit-jerit tak tahan diterpa siksaan.

Suara jeritan itu menuntun Arkin untuk mendatangi asal suara, oh ternyata mereka yang pernah jadi majikannya dulu Michael dan Victoria, Arkin berusaha keras untuk membebaskan mereka berdua. Namun Victoria teringat dua anak perempuannya Jill (Madeline Zima) dan Karley Scott Collins (Hannah) masih belum jadi mangsa pria beringas itu, dan memohon pada Arkin untuk mencari kedua anaknya itu.

Berhasilkah anak tersebut diselamatkan? Lalu apakah misi Arkin menyelamatkan Jill dan Hannah akan berjalan mulus, di tengah hamparan ranjau-ranjau di tiap sudut rumah yang siap menjemput nyawa siapa saja korbannya.

Jika anda bosan dengan film horror yang mengandalkan hantu sebagai musuh manusia, anda mungkin bisa mencoba film horror slasher ini, dari awal sampai akhir bisa disebut penuh dengan ketegangan dan penuh darah yang keluar dari tubuh manusia, cukup mengerikan.

Para pemain yang direkrut oleh sang sutradara di dalam film ini cukup lumayan dari segi akting, karena memang para pemain di film The Collector ini sebelumnya pernah bermain di film-film yang berkualistas seperti di filmnya Brad Pitt The Curious Case of Benjamin Button, juga mini seri drama CSI.

Sedang Madeline Zima sebelumnya pernah bermain di Cinderella Story bersama Hillary Duff, mini seri terkenal Heroes, juga miniseri komedi situasi The Nanny.[okezone]

Sutradara 'Hurt Locker' Kalahkan James Cameron

Kejutan terjadi di gelaran Academy Awards 2010. Sutradara film 'Avatar', James Cameron, yang diprediksi akan menang di kategori Sutradara Terbaik, harus gigit jari. Cameron dikalahkan sutradara film 'Hurt Locker', Kathryn Bigelow, yang juga mantan istrinya.

Seperti yang dilansir oleh situs resmi Academy Awards 2010, Oscars.org, Senin (8/3/2010), Bigelow menjadi Sutradara Terbaik di antara nominator lainnya. Selain James cameron, nama-nama Quentin Tarantino (Inglourious Basterds), Lee Daniels (Precious: Based on the Novel ‘Push’ by Sapphire) dan Jason Reitman (Up in the Air), haru mengakui kualitas Bigelow.

Kemenangan Bigelow terbilang mengejutkan. Sebelumnya Bigelow hanya dikenal sebagai sutradara film-film independen dan berbiaya rendah. 'Hurt Locker' pun bukan menjadi salah satu film terlaris di tahun 2009. Bigelow pun kini menjadi sutradara perempuan pertama yang memenangi Oscar selama 82 tahun terakhir.

Jejak rekam Cameron yang sukses dengan 'Titanic' dan 'Avatar', bukan menjadi jaminan piala Oscar jatuh ke tangannya.

Selamat untuk Bigelow.

Jadi Film Terbaik, 'The Hurt Locker' Kalahkan 'Avatar'

'The Hurt Locker' mengalahkan 'Avatar' di ajang Academy Awards ke-82. Film tentang perang Irak itu sukses membawa pulang Piala Oscar 2010.

Piala Film Terbaik jadi piala keenam untuk 'The Hurt Locker' di ajang Academy Awards yang digelar di Kodak Theater, Los Angeles, Minggu (7/3/2010) malam waktu setempat. Sebelumnya, lewat film tersebut, Kathryn Bigelow pun terpilih menjadi Sutradara Terbaik.

Bigelow sukses mempercundangi mantan suaminya, sutradara James Cameron. Cameron sebelumnya digadang-gadang menjadi sutradara terbaik. Filmnya 'Avatar' pun banyak dijagokan meraih Piala Oscar.

'The Hurt Locker' tergolong film berbujet kecil, Kathryn hanya menghabiskan US$ 11 juta untuk menggarap film tersebut. Sementara 'Avatar' mengeruk dana hingga US$ 237 juta.

Film yang dibintangi Jeremy Renner tersebut cukup berprestasi di ajang penghargaan lainnya. Di Guild of America Awards, Kathryn Bigelow pun mendapat penghargaan Sutradara Terbaik.

The Hurt Locker Film Terbaik 2010

Kejutan terjadi dalam ajang Academy Awards ke 82 tahun ini. Dalam ajang bergengsi tersebut, film Avatar difavoritkan akan menjadi film terbaik dan diyakini akan mendapatkan Piala Oscar. Itu tak menjadi kenyataan, karena Film Terbaik justru diraih oleh pesaingnya yakni The Hurt Locker.

Film yang menceritakan tentang Perang Irak yang digarap sutradara wanita Kathryn Bigelow ini berhasil mengalahkan film Avatar yang selama ini digadang-gadang akan menjadi film Terbaik di ajang Piala Oscar tahun ini.

Selain mengalahkan film Avatar, The Hurt Locker juga mengalahkan film-film bermutu lainnya seperti The Blind Side, Districk 9, An Education, Inglourious Basterds, Precious, A Serous Man, Up dan juga Up In The Air.

Film The Hurt Locker memenangkan lima kategori dalam Academy Awards tahun ini. Di antaranya adalah Naskah Original Terbaik, Sutradara Terbaik yang diraih oleh Kathryn Bigelow.

Sekedar informasi, Kathryn Bigelow adalah mantan istri dari James Cameron. Kedua orang ini pernah terikat pernikahan selama dua tahun. • VIVAnews

 
Informasi-Informasi Saja Copyright © 2009 - 2013, Designed by Bie Themes