Sudah Pasang IUD, Bisa Hamil?

BENARKAH kegagalan pemasangan kontrasepsi Unterine Devica Intra (IUD) bisa sebabkan bayi lahir imatur? Bagaimana yang musti dilakukan kalau sejak awal sudah diketahui hamil, apakah IUD-nya diambil atau dibiarkan hingga si bayi lahir?

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Pusat Pertamina, dr Harini Susianna SpOG menjelaskan, tujuan utama pemasangan kontrasepsi IUD (spiral) adalah menghambat gerakan sperma menuju sel telur sehingga pembuahan tidak terjadi alias mencegah terjadinya kehamilan. Pemasangan biasanya dilakukan pada hari pertama atau kedua menstruasi. Karena saat itu mulut rahim dalam keadaan terbuka sehingga rasa nyeri bisa dihindari. Dan dipastikan pula Moms tidak dalam keadaan hamil karena bila IUD dipasang saat hamil akan berisiko pada keselamatan janin.

“Meski demikian, pemasangan IUD bisa juga mengalami kegagalan. Sehingga kehamilan bisa terjadi,” jelas dr Harini, seperti dilansir Mom&Kiddie.

Sebabkan Bayi Lahir Prematur

Menurut dr Harini, kegagalan pemasangan IUD bisa menyebabkan bayi lahir prematur karena IUD akan mengikuti pertumbuhan janin selama dalam kandungan hingga bayinya lahir. Tidak menutup kemungkinan IUD bisa bergeser dari rongga rahim, berpindah dan menempel di plasenta. Di mana fungsi plasenta mensuplai nutrisi dan oksigen, menyediakan hormon-hormon yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang janin hingga pembuangan sisa-sisa metabolisme janin. Bila sudah menempel di plasenta bukan tidak mungkin pertumbuhan dan perkembangan janin menjadi terhambat. Janin juga merasa tidak nyaman dengan keberadaan “benda asing” tersebut.

Kapan IUD Boleh Dilepas?

Untuk meminimalisir dari segala kemungkinan yang berisiko, kata dr Harini, kalau dari awal Moms diketahui sedang hamil sebaiknya, IUD diambil saat trimester pertama atau saat janin masih berbentuk embrio. Selambat-lambatnya dua bulan usia kandungan. Biasanya ketika IUD baru dilepas seringkali terjadi pendarahan. Begitu terjadi pendarahan, Moms sangat disarankan untuk bed rest di rumah sakit setempat minimal sehari.

“Bila Moms sudah merasa lebih baik, dokter akan memeriksa kembali bagaimana kondisi janin dalam kandungan setelah IUD dilepas. Bila ternyata janin dalam kondisi baik-baik saja, kehamilan bisa diteruskan hingga siap untuk dilahirkan. Tapi, bila ternyata IUD bermasalah misalkan benangnya putus sebaiknya dibiarkan saja hingga bayinya lahir. Jangan diotak-atik! Bila diotak-atik justru berisiko menyebabkan keguguran,” ulasnya.

Jangan Abaikan Periksa IUD!

Satu hal yang penting untuk diperhatikan, lanjutnya, bila Moms memasang alat kontrasepsi IUD musti rajin periksa. Pemeriksaan IUD harus dilakukan secara berkala yakni, seminggu setelah pemasangan, kemudian 3 bulan sekali. Setelah setahun pemakaian barulah pemeriksaan dilakukan setahun sekali.

“Bila akseptor spiral mengeluh maka pemeriksaan akan segera dilakukan saat keluhan berlangsung. Pemeriksaan harus dilakukan secara sistematik (berurut) mulai dari pemeriksaan fisik, kemudian pemeriksaan khusus kandungan. Sehingga terhindar dari segala kemungkinan yang terjadi selama menggunakan IUD. Pun bila ternyata ada Moms yang hamil lagi,” tukasnya.okezone

 
Informasi-Informasi Saja Copyright © 2009 - 2013, Designed by Bie Themes