Surabaya, Pertama Blokir Facebook

Dianggap mengganggu kinerja PNS di wilayah Pemerintah Kota Surabaya, akses untuk membuka jejaring sosial internet Facebook diblokir di seluruh kantor instansi pemerintahan kota Surabaya.

Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Pemkot Surabaya Khalid Buchori menjelaskan pihaknya telah memblokir akses jejaring sosial internet Facebook dan Friendster di seluruh kantor instansi pemerintah.

“Kami memang memblokir akses layanan itu sejak seminggu kemarin,” ujar Khalid.

Lebih lanjut Khalid mengatakan bahwa pemblokiran tersebut akibat banyakanya laporan yang masuk dari Satuan Kerja Pemerintah daerah (SKPD) yang mengeluhkan lambatnya kinerja para PNS akibat terlalu asik mencari teman dengan berfacebook ria. “Jejaring itu sangat mengganggu kinerja para karyawan, banyak laporan yang masuk ke pemkot,” imbuh Khalid.

Selain mengganggu kinerja para pegawai, jejaring sosial tersebut dijadikan kambing hitam atas lambatnya akses internet di lingkungan kerja pemkot Surabaya. “Akses Facebook dan Friendster itu kan menyedot ruang gerak internet (bandwidth), jadi akses internet sangat lambat, ketika para pegawai bareng-bareng membuka Facebook,” tegas Khalid.

Ketika ditanya, sampai kapan pemblokiran ini akan berlangsung, mengingat jejaring sosial tersebut sangat diminati masyarakat, Khalid menjawab, sampai ada perintah untuk membuka kembali.

“Kalau tanya kapan dibuka lagi, ya sampai ada perintah dari atasan mas,” ujar Khalid.

Pemblokiran ini membawa dampak kecewa bagi para PNS yang biasa mengakses Facebook dari tempat kerjannya. saat dikonfirmasi, salah satu PNS yang ditugaskan di lingkungan DPRD kota Surabaya mengaku kecewa, pasalnya sudah seminggu ini dirinya tidak dapat berfacebook ria.

“Kecewa mas, tapi mau gimana lagi. padahal menurut saya itu sama sekali tidak mengganggu kinerja saya,” ujar PNS yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.

Berdasar pantauan pemandangan pada layar komputer di instansi pemerintahan sangat berbeda, sebelum jejaring sosial ini diblokir, pemandangan pada layar komputer di kantor – kantor pemerintahan mayoritas berwarna biru, sesuai dengan warna dasar jejaring sosial facebook.

Anggota Dewan menanggapi positif langkah pemkot memblokir akses jejaring sosial Facebook pada jaringan internet kantor-kantor milik pemerintah kota Surabaya. Budiono, anggota DPRD dari partai PDIP mengatakan langkah pemkot tersebut patut diacungi jempol, pasalnya dengan adanya jejaring sosial tersebut, kinerja PNS seringkali terbengkalai.

“Bagus itu, layanan internet Facebook itu sangat mengganggu kinerja PNS. Mereka seringkali terus asik bermain layanan itu dan melupakan pekerjaannya,” ujar Budiono.

Ketika ditanya, apakah pemblokiran akses Facebook tersebut berdampak pada anggota DPRD kota Surabaya, mengingat akses layanan di gedung DPRD tersebut ikut terblokir, Budiono mengaku sama sekali tidak terpengaruh pemblokiran itu, karena dirinya sama sekali tidak pernah mengikuti jejaring sosial itu.

“Saya pribadi tidak terganggu dengan pemblokiran itu, begitu juga teman-teman anggota dewan yang lain, karena sepengetahuan saya, tidak ada anggota dewan yang mengakses jaringan tersebut dari kantor DPRD,” timpalBudiono.

Budiono juga menghimbau, agar poemblokiran jejaring yang bersifat hura-hura dan hanya unsur hiburan tersebut dilakukan seterusnya tanpa batas waktu.inilah


 
Informasi-Informasi Saja Copyright © 2009 - 2013, Designed by Bie Themes