
Sikes memanggil operator kepolisian sekitar pukul 1.30 siang, Senin 8 Maret 2010, setelah dia meningkatkan kecepatan untuk mendahului kendaraan di depannya. Namun, Sikes tidak bisa mengontrol kendaraannya.
"Saya menginjak pedal gas untuk melewati sebuah mobil, tapi pedal gas itu jadi aneh, melonjak dan macet dalam posisi itu," kata pengemudia berusia 61 tahun tersebut dalam konferensi pers. "Saat kendaraan melaju, saya mencoba mengerem, tapi mobil tidak berhenti. Laju kendaraan terus meningkat," kata Sikes seraya menambahkan bahwa dia bisa mencium bau rem terbakar karena dia menginjak pedal sangat dalam.
Sebuah mobil patroli mendekati mobil Prius itu dan petugas, melalui pengeras suara, memberi tahu Sikes untuk menekan pedal rem hingga ke lantai dan menggunakan rem darurat.
Setelah kecepatan mobil menurun menjadi sekitar 80 kilometer per jam, Sikes mematikan mesin dan meluncur dengan kondisi mesin mati hingga ke tempat aman. Petugas bermanuver hingga mobil polisi berada di depan mobil Prius itu untuk memblok.
Dalam sebuah pernyataan, Toyota mengatakan telah menerjunkan spesialis teknis lapangan ke San Diego untuk menyelidiki kejadian tersebut. Toyota telah menarik sekitar 8,5 juta kendaraan di berbagai negara, lebih dari 6 juta di AS, sejak beberapa waktu lalu karena masalah pedal gas dalam beberapa model kendaraan, serta masalah rem pada kendaraan Prius. (AP)• VIVAnews